Feeds:
Posts
Comments

Missing Friends

Duuuhhhh…..

Boriiingg!!!!

Lelahnya hari ini.. semua kerjaan udah diambil.. Tesis, tinggal nunggu asistensi.. orderan udah clear semua..

Seandainya… hari ini bisa ngumpul bareng temen-temen kuliah ato SMA dulu.. pasti seru…

SMS fren number 1: Hi,fren… pha kabar…bla..bla..bla…

her answer: waduh,ming… sori ya aku lagi “netek’in” anandaku bla..bla..bla..

(well…)

SMS fren number 2: Hi,fren… pha kabar..bla..bla..bla..

her answer: hi,ming..pha kabar juga…eh,you know what?aku lagi sekarang lagi pregnant nih,doain kali ini lancar ya…bla..bla..bla..

(Well,sukurlah.. mereka senang..akupun juga harus senang..)

SMS fren number 3: Hi,fren..pha kabar..bla..bla..bla..

his answer: ok,fine,tengkyu…

(heh?singkat sekali??)

SMS fren number 4: Hi,fre..pha kabar..bla..bla..bla..

her answer: duuhhh..kasiannya dirimu,ming..biasanya kamu juga ratunya sibuk,wwekekekekkkk… ok,ayok ngumpul..ntar aku tanyain yang lain ya..

(Yiiiipppiii!!!!! akhirnya ada yang merespon positif..)

I answered then: ayooooookkk!!!! kapan?kapan?dimana?dimana?jam berapa?jam berapa? bla..bla..bla..

Dan sampi aku menulis postingan ini, belum ada jawaban..

Hiikkks…

Helouw…!!!! Where Are You,fren???

Advertisements

Hoolahoopholic

Kalau kamu sama kayak aku, harus nunggu mood untuk olahraga, gak suka olahraga yang monoton dan terlalu “serius” (ex: lari di treadmill, sit-up,push-up, dan bla-bla yang lain sejenis itu), yang suka cari alternatif lain sebagai olah tubuh maka pilihan kamu pasti olahraga yang bersifat dinamis, seperti menari. Apapun pilhan tarinya, bisa salsa, belly dance, hip-hop, cha-cha atau yang lainnya. Bisa dijamin olah tubuh tersebut adalah olah tubuh anti bosan.

Tapi, bagaimana setelah coba sekian banyak pilihan nari masih aja bosan, dan pengen coba sesuatu yang baru? Kenapa kita gak lirik mainan anak-anak kecil itu? Yes! Hoolahoop! Yuuukk..

Tiga minggu ini, aku lagi getol-getolnya ber-hoolahoop ria. Why? Ternyata asiik banget, apalagi setelah kita berhasil pertahanin hoolahoop tetep di pinggang berputar-putar kayak gasing, wow! Sensasinya luar biasa!

Berawal dari iseng-iseng minta dibeliin hoolahoop ama “om-nya anak-anak”, eh ga taunya selang beberapa hari diajak ke ace hardware terus dibeliin hoolahoop. Watcha!!!! So sweeeettt…!!! Tapi dasar jail, dibeliin hoolahoop segede gaban, yang kecil aja kagak bisa, sok-sok-an mau hoop-in yang gede. Duuhh…

It looks easy but it doesn’t! susahnya rek.. minta ampun dah.. Paling cuman muter 4x di pinggang udah jatuh, jatuh lagi..jatuh lagi.. Tapi dengan perjuangan yang tiada henti, hoolahoop ini berhasil aku taklukin. Yippiii!!!

Sempet dibilang “bes nyanteb” ma ortu, pagi, siang, sore kapanpun waktu lenggang pasti ber-hoolahoop, hingga akhirnya aku berhasil pertahanin tu hoolahoop lebih dari semenit (well, for beginner like me, it’s a good progress hehehe…) terus udah mampu pula berpindah pandangan, sekarang hadap utara, ntar hadap timur, ntarnya lagi hadap selatan, sambil terus goyangin pinggang. Yuuuhuu..!!! (Ini hasil melototin video-video main hoolahoop di you tube semaleman,hehehe…)

So, girls. Ini emang olahraga yang cewek banget. Jangan takut buat nyoba, kalo jatuh ambil lagi..ambil lagi. Cepat atau lambat pinggang akan semakin lentur dan bisa menyesuaikan irama hoolahoop.

Note: Psst.. Bagi kamu yang udah terbiasa belly dance, untuk mahir ber-hoolahoop gak perlu waktu lama! Karena basic goyangan pinggulnya ada di latihan belly dance. So, why don’t try both.

 

Sumber: lagi-lagi pengalaman pribadi.

Gambar: lagi-lagi ngintip di google.

😀

Tidak bisa dipungkiri, semua wanita mengidamankan wajah mulus dan badan langsing. Oleh karena itu segala macam perawatan wajah dan tubuh pun dicoba dan wanita tak ada habisnya-habisnya mencari info seputar itu, mencoba perwatan mulai yang dari harga kantong saku celana hingga seharga jetset sehingga harus menguras tabungan. Does it work? Mungkin ada yang bekerja dengan baik tapi tidak sedikit yang gagal.

Well, ini pengalaman pribadi aja. Untuk perawatan jerawat misalnya, rasanya penulis sudah mencoba berbagai macam obat, mulai dari masker berbahan natural, perawatan di klinik kecantikan, berobat ke dokter kulit sampai minum obat-obatan kimia yang katanya bisa menyembuhkan jerawat. Tapi, You know what? Berbagai usaha dan obat tersebut hanya menghilangkan gejala luarnya aja. Mungkin jerawat akan terlihat mengering di permukaan namun begitu sedikit saja ada pemicunya, seperti debu, makanan dan stress atau kecapaian dikit aja, jerawat tersebut kembali muncul, dan Oh no! semakin banyak! Toloong!

Ternyata semua obat yang bersifat topikal tersebut tidak selamanya efektif, bahkan pada fase tertentu kulit seolah resisten terhadap obat tersebut yang menyebabkan jerawat yang timbul makin banyak. Akhirnya penulis menyadari, ini tidak bisa diobati hanya dari luar tapi harus dicari akar penyebabnya dan "membersihkan" tubuh dari dalam, bukan dengan obat-obatan tapi dengan cara yang simpel dan natural, detoksifikasi. Bakteri pencetus jerawat harus dibuat "kelaparan". Gula dan minyak adalah makanan favorit mereka!

Jika dicari arti dari detoksifikasi, bisa dicari di google begitu banyak web dan blog yang membahas arti detoksifikasi ini, mulai dari sudut pandang kedokteran hingga yang ngarang-ngarang sendiri,hehehe… But, intinya detoksifikasi tuh proses untuk mengeluarkan racun-racun dalam tubuh.

Yang dilakukan: Penulis melakukan detoksifikasi ini dengan hanya mengkonsumsi buah (hanya buah-buahan) dalam watu seminggu. Kenapa seminggu? Ini akan lebih efektif ketimbang kita detoks hanya satu hari atau senin-kamis karena kita akan makan berlebihan setelah detoks untuk "membalas dendam" keinginan yang gak kita dapatkan selama detoks. Kalu kita lakukan detoks selama seminggu (secara konsisten) sanggup membuat lidah kita peka terhadap makanan manis dan berminyak. Sehingga keadaan ini mampu membuat kita mengontrol makanan setelah detoks agar kita mengonsumsi makanan sehat dan tidak berlebihan (believe me, seminggu setelah detoks, sensor "cepat kenyang" akan bekerja lebih baik!)

Selama detoks, ini tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang digoreng, mengandung pewarna, pengawet dan penyedap, minuman bersoda dan ber-cafein. Jadi semakin alami makanan yang kita makan, semakin baik. Untuk menghindari kebosanan, penulis mengkombinasikan berbagai macam buah mulai dari: apel, jeruk, semangka, melon, guava, belimbing, pir, alpukat,pisang dan strawberry.Semua macam buah tersebut sudah mampu mengakomodasi kebutuhan harian kita seperti karbohidrat, lemak tak jenuh, air, vitamin A,C dan E (This is good for your skin,sis!). Jangan lupa minum air putih yang banyak untuk mengoptimalkan proses detoksifikasi. Oiya, Olahraga juga gak dilarang. Lakukan yang ringan aja agar tenaga tidak terkuras habis.

Results: Setelah seminggu mencoba detoks ini sudah bisa dilihat hasilnya: kulit jadi lebih cerah, jerawat mengering (dan hingga sekarang tidak muncul kembali), BAB lancar, badan jadi lebih enteng, dan o..oo.. Ukuran pinggang mengecil!!! It’s wonderful isn’it? I got that bonus!! Efek lainnya, seperti yang sudah penulis bilang tadi, kita jadi lebih peka terhadap makanan manis dan berminyak, lidah kita sudah sedikit mentolerir rasa gorengan, makan sedikit pun bisa kenyang lebih lama. Keadaan ini membuat tidak ada lagi "pemicu" untuk jerawat datang kembali.

Detoks ini bisa diulang setiap bulannya. Why? Sis, kita bukan orang rumahan yang terus berdiam diri di rumah dan setiap saat melindungi kulit kita dengan payung atau kain setebal selimut. Kita akan terus terpapar polusi, makanan yang kita makan pun (kalo kita makan di luar) tidak bisa kita jamin kebersihan dan kesehatannya. That’s why, kita harus ulang lagi. Tapi jangan anggap ini sebagai beban, anggap ini sebagai langkah kita untuk sehat dan meringankan kerja hati dan ginjal kita agar tidak terlalu diforsir untuk memproses racun dalam tubuh. Mereka (organ tubuh kita) sudah melakukan yang terbaik untuk kita sehingga kita bisa berkaktivitas dengan lancar, jadi tidak ada salahnya kita beri mereka "hadiah" dengan mengistirahatkan mereka.

Setuju?? 😉

 

Sumber: pengalaman pribadi. =)

Gambar: google

Waaaaahhhh…. gak terasa besok udah taon 2010.. Cepet banget ohoi.. Tambah tua dunkz.. hiks..

Noleh-noleh yang terjadi setahun belakangan ini… (noleh-noleh? gada sapa tuh, hehehe..):

Suka pasti ada.. duka apalagi, hehehe.. yah itulah dinamika kehidupan.. ya nggak, guys?

mulai dari ngebeliin si wiwaha domain baru..

gabung dan cabut dari facebook pada tahun yang sama (hihihi…)…

thesis yang jalan kayak siput…

bayar SPP lagi…

orderan membludak..

mulai serius belajar belly dance…

beli belly chain..

hohoho.. sudah bisa beli kebutuhan sehari-hari pake duit sendiri…

ikut tes cpns (lagi) dan gak lulus (lagi)…

buat blog baru…

cobaan terberat dalam perjalanan cinta ming ama honey…

de el el de el el.. yang mungkin ming lupa sebutin satu-persatu.

But… lebih dari itu, ming hepi karena semua masalah bisa diselesaiin dengan baik, karena ada itikad baik dalam memperbaiki semuanya. Ada usaha untuk mengambil pecahan-pecahan yang berserakan, berupaya mengumpulkan dan menyatukannya kembali, walaupun gak sesempurna awalnya karena pasti masih ada bekas guratan-guratan kecil, namun pecahan-pecahan tersebut sudah kembali menampakkan bentuk semulanya.

Setahun terakhir mencari motivasi yang hilang entah kemana untuk mengerjakan satu tugas penting yang sebenarnya harus ming selesaiin lebih dulu dan lebih cepet harus ditunda lagi dan lagi. Segala macam usaha, dorongan, semangat sudah dicoba, tapi entah kenapa tiap liat tugas yang satu ini, otakku selalu nolak untuk diajak ikut bersemangat. Dan ini mungkin akan menjadi resolusi terbesarku tahun depan, bahwa oming harus bisa melawan “devil” di dalam diri ming yang selalu muncul begitu ming ambil tugas ni,hehehe…

Easy come easy go.. (mmhhh… ini bukan masalah cowok loh.. kalo cowok mah, already come and never go,hehehe…). Tapi ni masalah krusial yang menyangkut hajat hidup orang banyak (alah!). Apalagi kalo bukan duit,hehehe… emang bener kata orang tua dulu, semakin banyak punya semakin banyak pengennya, ketika punya sedikit kita selalu ngerasa cukup ato sekedar berusaha mencukupkan dengan yang ada. Yeah… and that’s absolutely right! Satu lagi resolusi taun depan… NGIRIT! Kata si honey biar bisa bayar salon, foto, banten,dll (Eh, emang mo ngapain ya??? PD amat seh,hehehehe…)

Waaahhh.. kebanyakan curhat neh.. udahan ah…

Mmmmhhh… seperti tahun sebelumnya, nu year’s eve taon ini juga ming rayain sendiri, di rumah, nulis blog lagi,hahaha… karena si honey lagi kerja.. hiks… kalo ditanya kenapa, ming selalu hapal jawabannya: “Namanya tugas, emang aku kayak gini untuk sapa?” waaahhh… kalo dah kayak gitu no komen dah.. gak bisa ngomong,hehehe… Emang kerjaannya menuntut dia untuk bekerja di luar jam “Normal”. And as long as for responsible, I support him, always..

Mmmmhhhh.. apalagi ya unek-uneknya? ah udah ah.. takut yang baca nyiapin plastik lebih banyak lagi buat huekk huekkk… hahahahha…

Hepi Nu Year, Everybody!

Hello world! hello fren, hello readers, hello blogger! hahahaha… ketemu lagi euy! Rasanya ni tangan udah gatel pengen nulis. Untung gak da yang nyangka ming udah ngungsi ke dalem puri,hihihi…

Lamanya blog ni gak ke-update bukan tanpa alasan,bro. Mulai awal desember ini adalah hari campur aduk bagi ming. Orderan souvenir yang banyak (lebih tepatnya orderan dadakan), thesis mendekati deadline, dan perseteruan dengan orang-orang terdekat.

First of all, Just want you to know aja sih (hehehehe..), bersyukur banget usaha souvenir yang ming rintis ini punya website (atau lebih tepatnya blog) yang makin lama cukup mengundang animo masyarakat. Sisi baiknya, boleh dikatakan bulan ni bulan hoki ming dari segi finansial (tapi belum kepikiran tuh beli BB, hahaha…) tapi konsekuensinya ada sesuatu yang harus ming pending, misalnya thesis.

Tapi jangan salah web otodidak ming ne sempet bikin ming ga enak makan dan ga enak tidur (Eh, gak otodidak banget juga sih, ni juga berkat jasanya Bli Pande yang memperkenalkan ming ke dunia blog). Gemana nggak, ada kira-kira dalam waktu seminggu web ming ni gak muncul di search engine google. Yang biasanya paling beruntung di halaman 2, pas tu mpe halaman 20 gak nongol juga, and ming pikir ko bisa sedrastis ini? must be something wrong neh! Sempet juga sih muncul pikiran-pikiran negatif seperti kompetitor yang jail yang sengaja hack ato semacamnya. But, semua pikiran itu terbantahkan pas ming nanya ke mas hendra. (someone yang berjasa banget mindahin domain blogspot-nya ming ke domain dot com). Dan pernyataannya cukup membuat ming tenang, katanya itu cuman sinkronisasi database google, biasanya seminggu juga udah normal lagi. WHAT!! seminggu??!?? Dan bisa ditebak, yang biasanya sehari ada ja yang nelpon mulai dari yang gak penting mpe yang penting, tapi selama seminggu itu, telpon berdering cuman dari "Romeo" aja. Bah!

Namun seminggu kemudian semua "penderitaan" itu seolah terbayarkan. Kini kalo cari di search engine google dengan keyword "Souvenir pernikahan", Wiwaha Souvenir muncul di halaman pertama, dan gak cuman halaman pertama tapi nomor pertama juga! Wah..!!! Gak nyombong neh! hahahaha…. dan itu bertahan mpe sekarang.

Statistik pengunjung yang kembali menggeliat membuat ming tiada hari tanpa menerima dan mengerjakan order. Tembok ming penuh dengan kertas kuning "post-it-notes" yang berisi nama order, barang yang diorder, dan deadlinenya. Di sampingnya kertas kuning yang lebih kecil gak kalah serunya menghiasi task board ming, yang berisi to-do list yang harus ming kerjakan dalama sehari, beberapa hari kedepan, dan seminggu lagi. Karena ming orang yang pikun, yang pikunnya bertambah parah ketika stres, maka hal-hal yang paling kecil sekalipun harus ditulis lengkap dengan durasi dan waktu untuk ngerjain task itu. Contohnya ni, yang paling silly: "jam 08.00-08.15 : Mandi! inget ga boleh lebih dari 15 menit!", "Terima telpon dari honey paling lama 2 menit", "19.00-21.00: Waktunya ngedate!, keluar uang gak boleh lebih dari 50ribu, karena besok ada pembayaran", "luluran kalo order hery&anicandra udah kelar", hahahaha…. dan masih banyak task bodoh lainnya.

Salah satu segi positif bisnis ming ni, ming bisa ketemu dengan banyak orang dengan berbagai macam karakter, mulai dari yang kalem, yang kalo ditanya cuman angguk-angguk, "ya mbak", "terserah mbak aja", "gemana ja boleh" sampe yang cerewet dan berisiknya ngalahin suara petasan, "yang ini berapa,mbak", "yang itu?", "boleh campur?", "aku pilih ya, yang bagus2, yang jelek dibuang aja", "Weh.. kok gene", "Aduuuhhh nggak! nggak! nggak mau pake stiker" de el el.. Hahaha… campur aduk! toko ming yang sempit jadi kayak pasar. Bahkan tantangan terberat seperti, barang yang salah kirim, kiriman yang lewat deadline, supplier yang mbalelo, sampe pembayaran yang nunggak cukup lama.

All of those things made me out of control easily. Mulai ribut ma honey, paling sering ngributin hal yang gak penting, sampe membentak keponakan tersayang ming, Anggi karena dia hampir menghilangkan CD-nya customer. "Anggi!!! anggi tau gak, kalo sampe ni CD ilang, tante gak bisa ganti rugi tau, masak tante suruh mereka foto lagi?! besok-besok kalo mau ambil apa, minta izin dulu dunk ma tante!". Anak kecil berumur 3 tahun itu cuma melongo, mendengarkan kata-kata ming yang terlalu "tua" buat dia, terus bibirnya membentuk kurva melengkung ke bawah, dan gak sampai semenit, tangisannya memecah ruangan. Dan gak ming sangka, kemarahannya ming bikin dia histeris, bikin dia terisak segitunya dan bikin dia sesedih itu. Oh God… I Feel so guilty… Liat nih, fotonya, sebenernya siapaun gak bakal tega memarahi anak selucu ini seperti tadi.

DSC05513

And Now.. setelah semua beban di pundak satu persatu ming lepas, post-it notes di tembok juga satu-persatu dicabut, kini cuman ada 1 kertas lagi di tembok yang berisi tulisan: "Back to Thesis dan Asistensi!!!!"

homeworkproblemDan task satu ini memang mau gak mau, suka gak suka memang harus ming kerjain. Karena ni sudah harga mati dan syarat mutlak yang diultimatum si Babe kalo mo nikah. Hahahaha… gak heran si Honey, tiap saat nanya, "Gemana thesisnya?", "Udah sempet utak-atik thesis belum", dll. Dan pertanyaan ni kayak makan sehari-hari alias 3 kali sehari. Hahahaha… udah ngebet rupanya.. "Iya, beib… I’m yours.. I Don’t go anywhere! hahaha… Slow down, baby, take it easy just let it flow.."

:mrgreen"

Eh, oiya.. VCD belly dance-nya ming juga lama gak keputer. Belly chain-nya juga lama gak bergemirincing di pinggulnya ming. Waaaahhhhh….. I Wanna Back to Belly Dance too!!! Semangat! Semangat!

Pagi itu, mamaku menerima telpon dari seorang laki-laki yang mengaku bagian marketing salah satu penyedia layanan telekomunikasi dan bermaksud untuk menawarkan paket internet murah untuk home user. Kira-kira beginilah isi dari percakapan tersebut:

Penelpon : “Selamat pagi, bu. Kami dari salah satu penyedia layanan telekomunikasi Indonesia. Kami lihat di database kami, bahwa nomor telpon Ibu banyak menggunakan layanan internet. Untuk itu kami bermaksud menawarkan paket internet murah dan cepat yang cocok untuk home user”

Mama : “Aduh, mas saya gak ngerti masalah gitu-gituan.”

Penelpon : “Lalu siapa kira-kira yang mengerti,bu? Boleh saya bicara dengan Beliau?”

Mama : “Oh, itu mas, anak saya yang ngerti.”

Penelpon : “Oh, kalo gitu boleh saya bicara dengan anak Ibu?”

Mama : “Dia lagi kuliah, mas.”

(Sepertinya mama menjawab singkat hanya untuk mempercepat ending pembicaraan. Namun rupanya Si-mas pantang menyerah)

Penelpon : “Oh, gitu… Tapi anak Ibu ada komputer kan di rumah?

Mama : “Komputer sih gada, mas. Laptop baru ada” (Nada polos dan enteng)

Penelpon : ????????? (Krriikk.. kriiikk.. kriikk)

Tiga “lebih” diatas mungkin kata yang paling tepat ditujukan untuk keadaan pemilihan CPNS wilayah Kodya Denpasar Tahun ini.

1. Lebih Banyak:

Pendaftaran CPNS wilayah Kodya Denpasar ini dibuka mulai 2 November 2009 sampai 16 November 2009. Namun di hari ke-5 oming mendaftar, petugas yang menerima berkas lamaran memberikan pengumuman bahwa tercatat sudah 4700-an lebih berkas pelamar yang masuk dan memenuhi syarat. Buseeet!!! Gak heran serame ini. Menurut temen yang ming baru kenal disana, ramenya pendaftaran tahun ini karena banyaknya tenaga guru dan tenaga teknis yang diperlukan (Bisa dibayangkan tenaga guru yang dibutuhkan melebihi 80 orang! Tau gitu oming ga sekolah S2 kaleee… mending cari Akta 4 aje… Plis donk deh…), kedua karena banyaknya sodara-sodara kita yang dari beda kabupaten (misal Gianyar dan Bangli) yang rame mendaftar di Denpasar, karena lowongan yang mereka cari banyak diperlukan di Denpasar. Ketiga makin banyak yang sadar jadi Pegawai negeri tu enak, dapat tunjangan ini itu, kerja nyantai, bebas kontrak yang bisa diberhentikan sewaktu-waktu, dan tanpa target. Hehehe… tapi tu cuma opini satu orang, guys! boleh percaya boleh gak, tapi alasan yang nomor 3 kayaknya udah jadi rahasia umum, hehehehe…

2. Lebih Ribet

Bagaimana tidak, tidak seperti tahun sebelumnya embel-embel pendaftaran dan sistem pendaftaran kali ini ming nilai cukup ribet. Mmmmhhh… ga tau juga ya, apa mungkin di Kodya emang persyaratannya dari dulu kayak gini, yang jelas 2tahun lalu ming daftar di Kab.Badung dan tahun lalu di Propinsi gak seperti ini. Pertama persyaratan memerlukan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) yang dilegalisir dan KTP yang juga dilegalisir. Kedua, sistem antrian pendaftaran yang cenderung semrawut dan un-organized. Ini bisa dibandingkan dengan pendaftaran ming sebelumnya, Kita menyerahkan berkas lamaran, diperiksa apa memenuhi syarat apa gak, lalu nomor peserta ujian langsung terbit, walaupun nunggu sebentar. Tapi kali ini kita harus kembali keesokan harinya setelah berkas lamaran masuk untuk mengambil nomor peserta, dan itu 2 antrian yang lama dan melelahkan. Kasian juga sih ming sempet denger ada yang ngeluh ada orang yang kudu bolos 3 hari dari kerjaan kantornya sekarang untuk ngurus SKCK, KTP dan pendaftaran ini. Bisa dibayangkan! Petugasnya sih berdalih, lamanya proses ini karena peserta yang membludak. Tapi sebenarnya menurut ming ini bisa diatasi dengan menambah jumlah panitia, mencari panitia yang lebih gesit, dan memanfaatkan teknologi seperti internet untuk mendaftar.

3. Lebih Mahal

Berhubungan dengan nomor 2 diatas, otomatis pendaftaran kali ini juga merogoh kocek yang lumayan. Pertama untuk mendapatkan SKCK kita perlu merogoh saku Rp25.000,00 untuk 1(satu) lembar blanko SKCK kosong! Dan ini gak main-main, 1 lembar blanko kosong harganya 25 ribu rupiah. Kriikk.. krriiik.. kriiiikkk… Terus untuk melegalisir, kalo kita pake fotokopian di Poltabes bayarnya Rp500,-/lembar, perlu 3 lembar jadi kudu bayar Rp1.500,-. Biaya yang semahal itupun gak bisa sehari jadi, harus nunggu 1×24 jam alias mesti datang besok buat ambil SKCK-nya. Perjalalana berlanjut ke Catatan Sipil untuk melegalisir KTP.

“Legalisir dilantai III,mbak”, kata seorang petugas loket pembuatan KTP. Sampai di atas, keadaan sudah sepi, gak ming liat pelamar-pelamar CPNS yang lain seperti yang terlihat di Poltabes tadi, mungkin karena hari sudah sore, dan sudah hampir jam pulang.

Sampai didalam, oming disapa Ibu-ibu yang ramah. “Mo legalisir KTP,bu”, pintaku sopan.

“Oh, untuk lamar CPNS,ya dik? cara fotokopinya udah bener?”, kata Ibu sudah bisa menebak maksud kedatanganku. Aku mengangguk, “Udah,bu” (ya jelas udah, ming dapat bocoran setelah ketemu sodara di tempat pendaftaran). Berkas fotokopianku mulai diperiksa Ibu yang tadi, kemudian dioper ke Ibu di sebelahnya, dioper lagi ke Ibu di depannya, dioper ke Ibu depan tadi, dan dioper lagi ke Ibu di sebelahnya, dan berkas itu sampai ditanganku setelah aku membayar Rp2.000,- 🙂

Aku adalah satu peserta yang gak beruntung yang 1 lembar materei 6000 yang aku siapin dari rumah, hilang entah dimana. Dan bisa ditebak, aku harus beli materei ke penjaja minuman, soal-soal kisi CPNS yang rame menggelar dagangannya di depan gedung pendaftaran (GOR Tembau Denpasar), dan bisa dibilang dagangannya yang digelar seadanya itu cukup lengkap dan mengakomodasi semua kebutuhan lamaran, mulai dari double folio, map berbagai macam warna, materei, draft berkas lamaran, soal-soal CPNS, dan makanan-minuman. Wah komplit juga! hehehehe… tapi bisa kutebak, harganya pasti mahal, tapi aku pikir harga materei semahal-mahalnya paling dijual 7000-8000 perak, tapi ternyata dugaanku salah, aku ditodong Rp10.000,- untuk selembar materei. Leherku langsung serasa dicekik. “Haaaah!!!!! bener ni, pak?!”, kekagetanku saat itu gak bisa disembunyikan lagi. Dengan dalih, dia harus bayar parkir 2 kali bolak-balik, terus dia kudu berangkat subuh, kantor pos belum buka, jadi dia belinya di toko-toko biasa, agak mahal.. (tapi orang SD pun bisa hitung keuntungan berlipat-lipat yang dia dapat, parkir seberapa sih, materei di toko paling banter 6500-7000, sedangakan dia beli serentet materei dan dijual 10.000,lembarnya. Gila!). Tetep aja,I need that suck thing, jadi keluar lagi deh duit 10.000 perak, sambil nyindir halus “Wah, panen besar donk, bulan ni pak”, sambil ngloyor pergi tanpa mengiraukan reaksinya.

Terakhir, biaya parkir yang harus aku keluarin yang notabene para pelamar gak mungkin sekali datang ke tempat ini. Bisa dihitung, pertama untuk melihat pengumuman (buat yang ga ngeh kalo di internet ada), kedua untuk mendaftar, ketiga untuk ngambil nomor peserta. Krriiikkk…kriiiikkk…kriiikkk… Hehehehe… Eh, parkir di Poltabes ma di Catatan Sipil dihitunga ga ya?